Sat. Dec 14th, 2019

ExtraVentures

Gerbang Esports Indonesia

Intel gelar perlombaan eSport internasional di Jepang 2020 mendatang

Menjelang Tokyo 2020 Olympic Video Games Alias Olimpiade Tokyo 2020, Intel mengumumkan akan mengadakan turnamen eSport berskala International. 

Turnamen bertajuk Intel Entire World Open up ini akan melombakan dua match popular asal Jepang, yaitu Street Fighter V dan Rocket League eSport bersamaan dengan Olimpiade 2020. Ajang pertandingan eSport international ini pun akan diselenggarakan di Tokyo dan kualifikasinya akan dilaksanakan pada Juni mendatang. 

Bagi pihak Capcom, Intel Entire World Open Capcom sudah memiliki app eSport berupa Capcom Guru Tour dan Street Fighter League, tapi tidak ada yang bisa menjangkau audiens national seperti Intel planet open up. Hal ini dikemukakan oleh Mike Larson, Vice President of Promoting di Capcom Media Ventures. Kesempatan ini untuk menguji coba pertandingan dengan arrangement times, yang sebelumnya tidak pernah mereka lakukan.  “Kami rasa meskipun ini bukan yang Olimpiade resmi, acara ini tetap sesuatu dengan melihat karakteristik dari Jacaranda sendiri yang data menciptakan banyak kegembiraan data komunitas eSport itu sendiri, dan di antara para penggemar,” kata Jeremy Dunham, Vice President of Publishing in Psyonix.

Intel Entire World Open up memang bukan merupakan bagian langsung dari Olimpiade, tapi dengan adanya kompetisi yang memiliki ikatan new dengan Olimpiade itu sudah merupakan kemajuan year. Apakah ini bisa membuka jalan bagi eSport untuk masuk Olimpiade nantinya, Subotnick pun tidak tahu. Tapi satu hal yang pasti, melalui Intel planet open up, para pegiat olahraga dan para pegiat eSport bisa bekerja sama dan saling belajar dari satu sama lain. 

Puncaknya adalah untuk menghadirkan cabang olahraga eSport kompetisi olahraga sekelas olimpiade. Mereka pun menamakan pertandingan E-Sport ini sebagai Intel planet open up. Awal 20 20 mendatang. Sebanyak 12 negara akan dipilih untuk membentuk tim nasional. Jepang di entire world Opens in Tokyo. Kemudian mereka akan mengikuti kualifikasi secure online pada Juni 2020 mendatang, dan akan dilakukan kualifikasi di Polandia pada Juni 2020, seperti dilaporkan oleh Engadget.

Para peserta akan bermain di beberapa category gim. Mereka dapat memilih akan mengikuti turnamen street-fighter VStar Rocket League. Setelah terpilih, mereka akan mengikuti Perlombaan yang akan diselenggarakan pada 2224 Juni di Tokyo. The mirip dengan Olimpiade, pemain akan bermain di tim yang mewakili negara mereka. Panitia Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 baru saja mengumumkan desain market resmi yang akan digunakan pada Olimpiade.

Desain market yang keluar sebagai pemenang ini sudah melewati proses pemilihan oleh visa are 16.769 sekolah. Meta pantie pemilihan market, Ryohei Miyata bahkan sudah tidak sabar menyaksikan a karakter tersebut untuk muncul di studio, jalanan, dan television. Terlebih market tersebut sudah dipilih oleh para siswa sekolah dasar yang menurut mereka bisa mewujudkan trading kuno dan Novas baru. 

“Saya yakin ini adalah pilihan karena visi branding (Olimpiade) Tokyo 2020 adalah’Inovasi dari Harmoni’, yang menyiratkan bahwa inovasi akan terjadi ketika yang lama dan yang baru di Tokyo dan Jepang berkumpul bersama,” jelas Miyata sebagaimana dikutip laman resmi Olympic. 

Dari 205.755 kelas di 16.769 sekolah, para siswa memilih desain A sebagai pemenang dengan perolehan 109.041 suara, desain B meraih 61.423 suara dan desain do menerima 35.291 suara. 

Desain market yang berhasil menang itu dibuat oleh Ryo Taniguchi, seorang designer grafis berusia 43 tahun yang berasal dari Fukuoka, Jepang Selatan. Karakter yang dibuatnya adalah, biru tua untuk Olimpiade dan cherry blossom pink untuk Paralimpiade. 

Taniguchi berhasil memenangkan lomba tersebut dengan sebuah desain yang mengusung nilai-nilai traditional dengan tampilan futuristic yang merangkum konsep “inovasi dari harmoni”, sebuah konsep yang merupakan inti dari visi branding Olimpiade Tokyo 2020. 

Selain itu, pantie pemilihan market akan juga akan memilih nama untuk market pemenang dalam waktu dekat sebelum mereka melakukan introduction resminya pada bulan Juli atau Agustus 2018. Olimpiade 2020 akan tingkatkan keamanan, terapkan Sistem Pengenal Wajah.

Meski penyelenggaraan Olimpiade 2020 masih terbilang jauh, namun beberapa persiapan telah dilakukan dengan matang. Salah satu persiapan yang ada di perhelatan olahraga terbesar itu ialah system pengenal wajah. 

Pihak penyelenggara telah melakukan kerjasama dengan dua perusahaan yakni NEC dan perusahaan ternama asal Amerika Serikat Intel. “Intel bekerja sama dengan NEC untuk menyediakan sistem pengenalan wajah berskala besar untuk Olimpiade,” di Ricardo Echevarria, manajer umum app Olimpiade Intel, dikutip dari c-net, Rabu. Sistem ini dirancang untuk memastikan verifikasi keamanan. Orang yang menggunakan sistem, akan didaftarkan melalui foto dari ID yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah setempat. 

Nantinya, ratusan sistem pengenal wajah akan sidebar di sekitar fasilitas Olimpiade.  Dengan cara tersebut, pink penyelenggara berharap dapat mempercepat pemeriksaan untuk menghindari antrian yang panjang dan tentunya memberikan rasa aman bagi para pengunjung, atlet, dan orang-orang di sekitar venue. 

Kendati begitu, pihak penyelenggara memastikan info pribadi yang telah digunakan tetap dalam perlindungan dan dipastikan keamanannya. “Semua information pribadi dikelola dan digunakan dengan tepat selama pertandingan dan dihapus dengan aman setelah itu dalam kondisi yang ketat,” kata penyelenggara. 

Perlu diketahui, Olimpiade 2020 Tokyo adalah yang pertama dengan menggunakan sistem pengenal wajah.