Fri. Oct 23rd, 2020

ExtraVentures

Gerbang Esports Indonesia

Doom Slayer: Segala Hal tentang Sang Mimpi Buruk para Demon

Kami menilik kembali asal-usul, peninggalan, dan status terkini dari marinir ikonik Doom ini.

Video game memiliki cukup banyak protagonist karismatik, heroik, dan sesuai dengan karakter mereka.. tetapi tidak begitu dengan Doom Slayer, seorang laki-laki yang tidak berbicara dan tidak punya nama, yang tujuan tunggal dalam hidupnya adalah menghancurkan para demon. Akan tetapi, ini tidak berarti bahwa dia kurang ikonik, karena dia berhasil mewakili perasaan para pemain dengan sempurna ketika memainkan Doom. Dengan kehadiran Doom: Eternal yang meriah, para pemain sekali lagi akan mengambil kendali dari sang Slayer, mengingat hal tersebut, kami merasa ini adalah kesempatan yang baik untuk mengingat kembali asal usul karakter ini, peninggalannya selama beberapa dekade, dan plot yang mengelilingi versi modern dari anti-hero video game yang paling banyak mendapatkan cerita.

Asal-usul dan peninggalan

Doom Slayer pertama kali muncul dalam Doom, yang dirilis di tahun 1993, dan pada waktu itu hanya disebut sebagai the Marine, walaupun para pemain menjulukinya Doom Guy dan kemudian Doom Slayer, sebuah nama yang nampaknya melekat dengan karakter ini. the Marine tidak memiliki nama dan suara untuk sebuah alasan yang sederhana: dia didesain untuk menjadi avatar pemain, seperti yang diungkapkan oleh kreatornya, John Romero. Akan tetapi, melalui cover dari game, dan dengan wajahnya yang bisa terlihat di bagian muka, kita tahu bahwa dia adalah seorang laki-laki kaukasia dengan mata dan rambut berwarna coklat muda.

Bahkan tanpa mengatakan apa pun, Marine mampu menampilkan kepribadian hebat melalui animasi wajahnya, melalui senyum sadis yang dia tunjukkan ketika mengambil senjata baru, sampai pada amarah di matanya ketika dia diserang. Petualangannya berlanjut dalam Doom II dan Final Doom tanpa banyak perubahan, sampai dirilisnya Doom III.

Doom III diluncurkan di tahun 2004, pada saat grafik video game sudah jauh lebih baik daripada ketika masa game-game awal di Sega. Menyadari peninggalan Doom, id Software memutuskan untuk menciptakan sebuah game yang sangat ambisius dengan Doom III, bukan hanya dari sisi grafis dan teknis, tetapi juga dalam gameplay dan narasinya. Kali ini wajah Marine jelas bisa dilihat di sepanjang game, kebanyakan dalam adegan sinematik, tetapi bagian ini tetap menjadi sebuah misteri. Sebagai tambahan, dia masih hanya disebut sebagai the Marine, bahkan oleh karakter-karakter lain, dan dia masih tidak berbicara.

Ada beberapa informasi kontradiktif mengenai Doom Marine, dalam hal apakah masih Marine yang sama dengan dalam game lainnya. Petunjuknya terletak dalam manual versi-versi yang berbeda yang dirilis di sepanjang tahun yang mengindikasikan bahwa dia memang masih karakter yang sama, walaupun itu tidak sepenuhnya jelas. Akan tetapi, karakteristiknya yang paling penting tetap sama, dimana dia sekali lagi tampil sebagai seorang mesin pembunuh demon tanpa ampun, walaupun dalam beberapa hal sedikit lebih menahan diri dibandingkan dengan dalam versi originalnya.

Kita juga memiliki sebuah ekspansi Doom III dan kemudian, Doom RPG, yang dirilis untuk platform mobile, yang juga mengindikasikan bahwa ini dia masih karakter yang sama seperti dalam game-game sebelumnya. Akan tetapi ada sebuah file audio yang mengindikasikan bahwa versi ni mungkin saja adalah Blazkowicz dari serial Wolfenstein. Akan tetapi, kami yakin bahwa ini hanya sebuah lelucon di atas telur paskah, dan bukan keadaan yang sebenarnya.

Doom (2016)

Dan disinilah kita, dalam reboot 2016 Doom. Ini mungkin adalah Doom yang paling banyak mengeksplorasi masa lalu karakter ini, walaupun masih banyak meninggalkan pertanyaan yang terbuka untuk diinterpretasikan. Di sini, the Marine secara resmi disebut sebagai Doom Slayer, dan ketika game ini berjalan, dia terjebak di dalam sarkofagus iblis di markas UAC di Mars. Doom bukanlah sebuah game yang membawa para pemainnya melewati banyak eksposisi, dan sang Doom Slayer sendiri menunjukkan sedikit kesabaran untuk hal itu. Akan tetapi, jika kamu memutuskan untuk membaca dokumen-dokumen yang kamu temukan dan file-file audio, kamu bisa menyatukan beberapa kepingan teka-teki mengenai latar belakang dari sang Doom Slayer.

Seperti halnya dalam game-game sebelumnya, Doom Slayer kali ini juga tidak berbicara, tetapi memperlihatkan beberapa emosi melalui sedikit animasi. Cara dia melemparkan komputer di awal game menunjukkan bahwa dia tidak menaruh hormat pada samuel Hayden (presiden UAC), dan tidak lama setelah itu, ketika dia mendengar Samuel Hayden yang sama mengatakan bahwa semua yang mereka lakukan adalah untuk kemanusiaan (dengan mayat seorang pegawai tergeletak di lantai), perasaan yang kuat ini seketika berubah menjadi amarah murni. Bahkan, cukup jelas bahwa di sepanjang campaign Doom Slayer hanya memiliki sebuah tujuan: untuk menghentikan invasi demon. Semua yang lainnya, dan terutama objective sekunder dari Samuel Hayden jelas tidak begitu dihiraukan.

Salah satu kekuatan Doom adalah glory kills yang membuat para pemain bisa memusnahkan para demon ketika mereka tak berdaya. Kebuasan dan kebrutalan dari animasi-animasi ini jelas menunjukkan kebencian dan ketidaksukaan yang dimiliki Doom Slayer terhadap makhluk-makhluk seperti para demon. Membunuh kadang-kadang tidak cukup, karena kadang-kadang dia harus melakukannya dalam cara yang paling kejam dan sadis yang mungkin dilakukan, bukan hanya untuk mengirimkan pesan pada para demon yang lain, tetapi lebih dari itu semua karena dia tidak bisa menahan amarahnya.

Tetapi tidak semua hal tentang Doom Slayer ini mengenai kekerasan, karena ada momen-momen mengharukan yang bisa dicari para pemain. Ketika Sang Slayer menemukan mainannya yang lucu (barang koleksi yang tersembunyi di sepanjang map), dia bersantai sejenak untuk bermain bersama bonekanya, dan kadang-kadang memberinya salam kepalan tangan yang menggemaskan. Situasi lainnya yang menunjukkan rasa humor karakter ini (dan id Software) adalah ketika pemain mati tertimbun lava, dimana sang Doom Slayer membuat tanda OK tepat sebelum menghilang di lautan yang meleleh. Sebuah penghormatan yang cukup jelas untuk arnold Schwarzenegger dalam Terminator 2: Judgment Day.

Ketika mengesampingkan kepribadian, kami segera menyadari bahwa Doom Slayer bukanlah manusia biasa, melainkan sesuatu yang lain. UAC mencoba membangunkan dan mempelajarinya setelah mereka menemukannya dalam sebuah sarkofagus di Neraka, tetapi semua usaha untuk membangkitkannya sia-sia. Bahkan armornya, Preator Suit, hanya berfungsi untuk sang Demon Slayer saja.

Melalui pesan yang ditemukan di Mars dan Hell, bisa disimpulkan bahwa Doom Slayer telah mengakibatkan kekacauan di antara para Demon untuk waktu yang cukup lama, karena tulisan-tulisan demon itu sendiri memperlihatkan betapa besar rasa takut dan teror yang berhubungan dengannya. Jika para demon menceritakan cerita seram kepada para anak-anak mereka sebelum tidur, Doom Slayer jelas merupakan versi Boogie Man mereka.

Sedikit lagi penyelidikan yang memperlihatkan bahwa Doom Slayer sebenarnya memiliki hubungan dengan Sentinels, ksatria dari planet Argent D’Nur yang memiliki misi untuk menghentikan semua kekuatan Neraka. Bahkan ada referensi yang menunjukkan bahwa Doom Slayer mungkin saja adalah komandan dan prajurit terbaik mereka, walaupun tampaknya dia adalah seorang manusia, yang juga mengindikasikan bahwa dia dilahirkan di Bumi, bukan di Argent D’Nur.

Di dalam Demon’s Testament dikatakan bahwa semua usaha untuk menghentikan Doom Slayer di masa lalu semuanya tidak berguna, termasuk penciptaan seorang demon yang bernama Titan. Akan tetapi pada akhirnya, para Demonic Priest berhasil memanfaatkan amarah Doom Slayer melawan dirinya sendiri, memanfaatkan masuknya ke dalam kuburan bawah tanah untuk menghancurkan seluruh struktur di atasnya, mengurungnya dalam sebuah sarkofagus terkutuk. Di sana, Doom Slayer tetap dalam keadaan tertidur dan dilindungi seorang agen kekuatan Argent, sampai para demon menginvasi Mars, yang membangunkannya setelah tertidur selama berabad-abad.

Doom Eternal (Awas spoiler)

Kami belum banyak mengetahui cerita dalam Doom: Eternal, tetapi game dari 2016 telah meninggalkan beberapa petunjuk tentang narasinya. Sebagai permulaan, kami mengetahui bahwa Doom Slayer dikhianati oleh Samuel Hayden di akhir game tersebut, yang menunjukkan kembalinya dalam sekuel ini (dia bahkan muncul secara singkat dalam sebuah trailer). Hayden mencuri Crucible yang ditemukan oleh Doom Slayer, tetapi mengakui bahwa dia tidak dapat menyingkirkannya, jadi dia memilih untuk menteleportasi sang Slayer ke sebuah lokasi yang tidak diketahui.

Akan tetapi Doom Slayer tidak sepenuhnya sendiri. Dalam beberapa titik dalam Doom, sang protagonis dipaksa untuk menghancurkan kecerdasan buatan yang dikenal sebagai VEGA, yang bertanggung jawab untuk mengendalikan markas di Mars. Akan tetapi, jelas sebelum kehancurannya, sang Doom Slayer berhasil untuk membuat sebuah kopi ke semacam stik USB futuristik. Vega tidak dibahas lagi dalam Doom, tetapi aksi ini memperlihatkan bahwa kecerdasan buatan itu masih hidup dan kembali lagi dalam Eternal.

Pada saat ini kami mengetahui bahwa sekuel ini akan mengambil setting delapan bulan setelah Doom, dan bahwa sebagian besar dari Bumi telah dihancurkan oleh invasi para demon. Kami juga mengetahui bahwa sang pemain akan mengunjungi planet para Sentinel, yang menunjukkan bahwa id Software masih akan memperdalam masa lalu dari karakter ini, dan kami sangat tidak sabar untuk mengetahui lebih banyak mengenainya di antara semua pemburu demon.