Sun. Sep 27th, 2020

ExtraVentures

Gerbang Esports Indonesia

Horizon: Zero Dawn – Complete Edition

Setelah hanya menonton Microsoft asik berkecimpung di kolam PC, Sony akhirnya memutuskan mungkin sudah waktunya mereka turut menggulung celana dan ikut menginjakkan kaki ke sana. Hasilnya adalah terhapusnya eksklusivitas dan terangkulnya pemain PC, tentu saja diikuti potensi angka penjualan yang sesuai.

Death Stranding menjadi pembuka jalan game eksklusif PS4 yang datang ke PC dengan sejumput konten baru dan beberapa update untuk menyesuaikan diri dengan layar wide-screen dan semacamnya. Sekarang waktunya Sony mengusung senjata pamungkas mereka dan membawa game blockbuster first-party mereka ke PC pertama kali dengan Horizon: Zero Dawn. Dan mereka membawanya lengkap dengan ekspansi The Frozen Wilds beserta sejumlah konten tambahan, semua dibundel bersama dengan serentetan perbaikan lainnya sehingga petualangan Aloy kini (dapat) tampil sebaik mungkin.

Tentu saja, pengalamanmu dengan Horizon bergantung pada komputer yang kamu pakai. Saya memainkannya dengan setelan ‘ultra’ dengan kecepatan 50 frame-per-second pada laptop saya yang dilengkapi RTX 2070 dan layar 1440p. Saya juga dapat mengatur beberapa efek tampilan saat saya menyambungkan laptop ke TV 4K OLED dan gamenya tetap terlihat cantik di layar besar dengan 30 frame-per-second. Namun, jika kamu hanya punya GPU jadul, kamu harus rela mengorbankan sesuatu, misalnya jumlah frame atau kualitas tekstur dan efek. Bagaimanapun juga, saya mencoba setelan paling rendah untuk melihat hasilnya dan walau tampilannya tidak sehebat saat semuanya disetel maksimal, gamenya tetap memikat karena hasil kerja keras para desainer.

Dan maksud kami bukan hanya rancangan tampilan lingkungannya saja – semua aspek Horizon menunjukkan kualitas tinggi, dan walau ia tampil cantik di PC dengan efek pantulan di permukaan, lingkungan yang interaktif, lighting yang meyakinkan, dan efek partikel yang atmosferis, semuanya merupakan detail kecil dari game yang sudah terbilang indah. Hal yang paling menonjol adalah pemandangan lokasi-lokasi yang begitu memukau, kecantikan alam liar yang ada bukan saja memberikan rasa takjub namun juga menjadi tantangan untuk dianalisa dan ditaklukkan. Lalu ada pula hasil karya para desainer dan animator, dan concept artist yang menciptakan makhluk-makhluk luar biasa dari logam yang mengisi dunianya. Hanya ada sedikit game di luar sana yang bisa menyampaikan visi sekuat ini, dan lebih jarang lagi yang bisa melakukannya secara lengkap dan menyeluruh.

Saya sudah menulis sejauh ini tanpa membahas ceritanya sendiri, kelalaian yang pasti muncul karena gamenya sendiri sudah berusia tiga tahun sekarang. Bagi yang belum kenal, Horizon: Zero Dawn mengambil latar dunia nun jauh di masa depan yang dikuasai mesin-mesin liar. Umat manusia terbagi dalam suku-suku setelah bertahan dari kepunahan dan kini hidup berdampingan dengan robot berbagai wujud yang berkeliaran di dunia. Pemain mengendalikan Aloy, seorang wanita muda dan seorang yang diasingkan oleh sukunya sendiri. Tugas pemainlah untuk mengeksplorasi dunia, membantu mereka yang kesulitan, dan menelusuri misteri dunia baru ini yang telah memojokkan manusia.

Horizon memiliki cerita yang amat bagus, dan itu saja sudah cukup untuk mendorongmu melanjutkannya saat mulai lelah. Game ini menyajikan petualangan yang panjang dan beragam serta hadir dengan ekspansi yang juga penuh konten, dan seluruhnya menghadirkan berpuluh-puluh jam permainan jika kamu benar-benar menyelami semua kesempatan yang ada. Ada dua cerita yang saling berkaitan dengan menarik, yakni perjalanan pribadi Aloy yang terpilin dengan cerita skala besar yang memberikan warna dan makna baru bagi dunianya. Terlebih lagi, ekspansi The Frozen Wilds paling cocok dinikmati sebagai bagian dari playthrough keseluruhan dan bukan sebagai petualangan tersendiri, sehingga ia terasa natural.

Cerita yang berkesan ini juga dilengkapi dengan paduan kuat antara aksi dan stealth. Menggunakan teknologi ‘Focus’ untuk mengawasi sekitarnya, Aloy dapat melihat jejak jalan yang diambil para mesin yang sedang berpatroli dan dapat menyesuaikan rencana gerakan selanjutnya, mengintai mereka dari balik rumput tinggi dan menyelinap saat mereka menghadap belakang. Saat ia siap menyerang, Aloy menggunakan gabungan serangan jangka pendek yang kuat dan busurnya yang dapat menggunakan berbagai jenis anak panah. Mendapatkan amunisi cukup gampang, walau kamu akan berhenti secara rutin untuk memanen sumber daya sehingga alur permainan agak terpengaruh.

Ada beberapa aspek yang saya harap akan diperbaiki lagi di sekuelnya, Horizon Forbidden West, dan terutama adalah animasi kaku dari wajah beberapa NPC. Walau demikian, akting suaranya umumnya cukup baik (dan Aloy adalah karakter keren yang dihidupkan oleh aktris Ashly Burch secara luar biasa), walau saya menyadari beberapa dialog dalam game yang seakan terdengar terlalu jauh. Selain itu, saya tidak menemukan masalah yang merusak gamenya selama saya memainkan versi PC, dan ada patch yang seharusnya akan memperbaiki lagi gamenya dan rencananya diluncurkan setelah gamenya rilis.

Gamenya belum sempurna di 2017 d an masih tidak sempurna di 2020, tetapi semua yang saya temui di game tidak merusak keseruan bermain gamenya, dan tiga tahun setelah kehadirannya di PS4, Horizon: Zero Dawn tetap merupakan sebuah petualangan single-player berkualitas. Merupakan hal baik bahwa game ini mendapat kesempatan kedua di PC dan saya senang Sony akhirnya mulai menghadirkan game-game terbaik mereka ke platform ini. Keputusan ini merupakan langkah yang tepat bagi saya (dan saya menyambut baik kesempatan memainkan petualangan Aloy di mesin yang tidak berbunyi seperti mesin sepeda motor). Dengan dukungan layar ultra-widescreen, FOV yang dapat diatur, frame-rate yang tidak dibatasi terlalu rendah, dan fitur teknis yang dapat disetel sesuai PCmu, Horizon: Zero Dawn terasa sangat cocok di PC. Sekarang, bawalah God of War, Uncharted, dan yang lainnya. Ayolah Sony, kamu juga mau kan?